rencana menyingsing pagi dari wat arun

wat arun di pagi hari
travel date: 17 july 2013
website: http://www.watarun.net/

"who poured the love out?
 what made this bitter doubt?
 is peace not here, for me to see?
 wish i could tell you, what i am feelin'
 but words won't come for me to speak"

#blame it on the sun-emiliana torrini

tertarik dengan arti nama wat arun, temple of the dawn, maka kami pun berniat untuk melihat fajar di tempat ini. lebih ngicer matahari terbit na dibanding dengan kuil na sendiri. dan sedikit kecewa karena kami tidak mendapatkan na. salah siapa? salah kami tentulah yang bangun kesiangan dan kesusahan menemukan bus ke thanon samachai, sampai akhir na kena getok supir tuktuk. sampai lari-lari di tengah pasar yang ada di depan dermaga penyeberangan ke wat arun. tapi tetap saja kami sampai saat matahari sudah bersinar terang, bukan lagi jingga. papasan dengan orang-orang yang pulang dari meniknati fajar -mewek-.

how to get there:
- cari bus atau naik angkot ke dermaga samachai
- menyeberang dengan perahu dari samachai ke wat arun (3 ฿)
detail ornamen penghias
bingung juga mau ngapain di sini. kami terlalu siang untuk menikmati matahari terbit dan terlalu pagi untuk masuk ke wat arun. setelah mengitari bagian luar na tetap saja tidak menemukan pintu yang dibuka segapi itu. baik yang berbayar maupun yang gratis. untung na toko souvenir di sana sudah buka. menemani rista belanja dan ternyata harga di sini jauh lebih murah dari di chatuchak. buat yang memang pengen beli souvenir dan merencanakan berkunjung ke sini, better membeli na di wat arun dibandingkan beli di week end market na. dan yang lebih membantu lagi adalah penjual di sini bisa berbahasa indonesia.
bukan untuk belajar agama
waktu ditanya mengapa mereka bisa bahasa indonesia, karena tenyata banyak orang indonesia yang belajar agama di sana. saat itu pun kami sempat bertemu dengan ibu dari indonesia yang dimaksud si penjual tadi. mereka melakukan aktivitas pagi dengan bercakap-cakap menggunakan bahasa indonesia. jadi selain kuil di sini juga tempat belajar agama, noted.

nama wat arun sebenar na diambil dari nama dewa hindu, varuna, yang merupakan penguasa air. mungkin karena kuil ini dibangun di tepi sungai chao phraya. kuli ini termasuk kuil muda karena baru dibangun pada awal abad ke 19. bangunan utama na disebut prang yang merupakan tower paling tinggi dan dikelilingi 4 tower yang lebih pendek. prang dihias dengan porselin warna-warni yang berasal dari cina. kabar na wat arun pernah ditutup selama 3 tahun saat penempelan serpihan porselin ini tapi pengunjung tetap bisa masuk ke bangunan utama, hanya tidak bisa naik ke balkon yang ada di tower na.
dewa penjaga pintu
ornamen monyet dan setan tampak menyangga tower dari bawah. di sekitaran na terdapat patung binatang atau ksatria dengan nuansa china. bukan hanya patung tapi bangunan yang ada di tepi sungai juga bergaya china -yang warna hijau-. tak bisa masuk lebih dalam karena belum buka, maka kami pun menyudahi kunjungan kami kali itu. lain kali harus lebih pagi untuk liat sunrise atau siang sekalian biar bisa masuk ke kuil na. 
-***-
related posts:
-  full itinerary of this trip
previous: santapan wajib di thailand
- next: akulturasi hindu, buddha plus budaya china
NewerStories OlderStories Home

0 comments:

Post a Comment